Taman Geger Menjangan terletak di sisi utara kota sekitar 1 Km dari kota Purworejo.konon,
hamparan bukit ini jika dilihat dari kejauhan tampak seperti punggung
seekor menjangan, maka dari itu, masyarakat lebih mengenalnya dengan
Geger (Indonesia: punggung) Menjangan. luas dari tempat wisata ini
sekitar 12,75 Ha, serta ketinggian sekitar 125 – 200 mdpl.bagi
anda yang ingin kesini pasti suka, karena Taman Geger Menjangan ini
merupakan kawasan pegunungan dan termasuk barisan bukit menoreh.
Dari puncak bukit ini kita bisa memandang lepas kota Purworejo, bahkan
jauh ke selatan, pantai selatan. Perjalanan dari pintu masuk obyek
hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan. Anda akan ditantang untuk
membuktikan kekuatan fisik anda, kita akan menaiki bukit yang tingginya
sekitar 175 m di atas permukaan laut. Setelah sampai di puncak,
wisatawan akan menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah
gardu pemandangan yang sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota
Purworejo dan Pantai Selatan. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih
menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak
dan kolam renang. Kolam renang terletak di pintu masuk kawasan. Untuk
mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kalibata, jalan yang arah ke
Magelang, dekat dengan pusat kota kabupaten.
Daya tarik dari Bukit Geger Menjangan ini bukan karena keindahan
alamnya saja akan tetapi juga sebagai wisata ziarah yang cukup ramai
dikunjungi para peziarah terutama saat menjelang bulan Ramadhan tiba,
karena di lokasi bukit terdapat sebuah makam tua yakni makan Kyai Imam
Puro.
Kyai Imam Puro ini konon merupakan salah satu tokoh yang besar yang
mempunyai andil dalam sejarah keberadaan Kabupaten Purworejo, tak jauh
dari makam tua ini terdapat sebuah sumur tiban yang dipercayai oleh
masyarakat sekitar memiliki air ajaib dan airnya tidak kering walau di
musim kemarau.
Untuk mencapai puncak Geger Menjangan ini kita bisa menggunakan
kendaraan pribadi, sebaiknya memakai kendaraan roda dua karena jalanan
berupa jalan cor semen yang cukup sempit, setelah samapi di lokasi makam
Kyai Imam Puro kita bisa memarkirkan kendaraan di sini. Perjalanan
selanjutnya kita harus berjalan kaki menapaki jalan setapak tepatnya
ratusan anak tangga dengan semak dan rumput ilalang di kanan kiri jalan
memberi sensasi tersendiri dalam perjalanan.
Setelah melewati ratusan anak tangga kita akan menjumpai sebuah gardu
pandang dengan antena sebuah pemancar radio disisinya, segala lelah
letih perjalan kita akan terbayar lunas di atas bukit ini dengan
pemandangan alam yang indah serta semilir angin pegunungan yang sejuk.
Namun sedikit disayangkan keadaan di sekitar gardu pandang ini cukup
memprihatinkan karena banyak sampah dari para pengunjung yang berserakan
dan berbagai fasilitas yang kurang terawat.
Sumber:http://cppmbener.blogspot.co.id/2015/11/geger-menjangan-purworejo.html
0 komentar:
Posting Komentar