Pages

Kamis, 12 Mei 2016

GEGER MENJANGAN PURWOREJO



   Taman Geger Menjangan terletak di sisi utara kota sekitar 1 Km dari kota Purworejo.konon, hamparan bukit ini jika dilihat dari kejauhan tampak seperti punggung seekor menjangan, maka dari itu, masyarakat lebih mengenalnya dengan Geger (Indonesia: punggung) Menjangan. luas dari tempat wisata ini sekitar 12,75 Ha, serta ketinggian sekitar 125 – 200 mdpl.bagi anda yang ingin kesini pasti suka, karena Taman Geger Menjangan ini merupakan kawasan pegunungan dan termasuk barisan bukit menoreh. 

   Dari puncak bukit ini kita bisa memandang lepas kota Purworejo, bahkan jauh ke selatan, pantai selatan. Perjalanan dari pintu masuk obyek hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan. Anda akan ditantang untuk membuktikan kekuatan fisik anda, kita akan menaiki bukit yang tingginya sekitar 175 m di atas permukaan laut. Setelah sampai di puncak, wisatawan akan menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah gardu pemandangan yang sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak dan kolam renang. Kolam renang terletak di pintu masuk kawasan. Untuk mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kalibata, jalan yang arah ke Magelang, dekat dengan pusat kota kabupaten.

   Daya tarik dari Bukit Geger Menjangan ini bukan karena keindahan alamnya saja akan tetapi juga sebagai wisata ziarah yang cukup ramai dikunjungi para peziarah terutama saat menjelang bulan Ramadhan tiba, karena di lokasi bukit terdapat sebuah makam tua yakni makan Kyai Imam Puro.

  Kyai Imam Puro ini konon merupakan salah satu tokoh yang besar yang mempunyai andil dalam sejarah keberadaan Kabupaten Purworejo, tak jauh dari makam tua ini terdapat sebuah sumur tiban yang dipercayai oleh masyarakat sekitar memiliki air ajaib dan airnya tidak kering walau di musim kemarau. 


    Untuk mencapai puncak Geger Menjangan ini kita bisa menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya memakai kendaraan roda dua karena jalanan berupa jalan cor semen yang cukup sempit, setelah samapi di lokasi makam Kyai Imam Puro kita bisa memarkirkan kendaraan di sini. Perjalanan selanjutnya kita harus berjalan kaki menapaki jalan setapak tepatnya ratusan anak tangga dengan semak dan rumput ilalang di kanan kiri jalan memberi sensasi tersendiri dalam perjalanan.
    

    Setelah melewati ratusan anak tangga kita akan menjumpai sebuah gardu pandang dengan antena sebuah pemancar radio disisinya, segala lelah letih perjalan kita akan terbayar lunas di atas bukit ini dengan pemandangan alam yang indah serta semilir angin pegunungan yang sejuk. Namun sedikit disayangkan keadaan di sekitar gardu pandang ini cukup memprihatinkan karena banyak sampah dari para pengunjung yang berserakan dan berbagai fasilitas yang kurang terawat.

Sumber:http://cppmbener.blogspot.co.id/2015/11/geger-menjangan-purworejo.html

0 komentar:

Posting Komentar